Faktor umum yang bisa mempengaruhi Conversion Rate:
1. https://support.google.com/adwords/answer/2404198?hl=en
2.
3.
Faktor spesifik yang bisa mempengaruhi Conversion Rate berdasarkan beberapa studi kasus berikut:
Studi kasus #1: ___ seperti tirtabaroka (CTAnya, layout dll), csnya???
Studi kasus #2: Squeeze page panangian (from registernya dikit saja, dll.) csnya???
Studi kasus #3: E-commerce. seperti lazada yg ada shipping cost dll (pathnya jgn kepanjangan, ga ada pilihan guest, ongkir mahal, dll.) lihat pdf yg dari google yg principle mobile design.
)
AB testing:
- Ads ?
- Landing page: https://www.google.com/analytics/optimize/
https://www.wordstream.com/conversion-rate-optimization
https://www.searchenginejournal.com/20-ways-increase-conversion-rate-optimization-ppc-advertising/97917/
https://www.crazyegg.com/blog/conversion-rate-optimization-case-studies/
https://www.crazyegg.com/blog/conversion-rate-optimization-case-studies-2/
https://blog.optimizely.com/2015/06/04/ecommerce-conversion-optimization-case-studies/
Download ebook di bawah ini untuk mulai belajar!
GET YOUR FREE GOOGLE ADWORDS GUIDE
This e-book includes insights into how to use Google AdWords to successfully engage your audience.
- Targeting a geographic region
- Setting your daily budget
- Controlling how much you spend per click
Ya, aku mau ebook ini. Tolong kirim ke emailku dong!
Wednesday, January 31, 2018
Memahami Data Conversion Tracking
Jika anda sudah memasang conversion tracking, anda dapat melihat iklan mana saja yang menghasilkan customer action yang bernilai.
Di beberapa kasus tertentu, conversions bisa jadi sulit diukur, seperti saat audience menggunakan lebih dari satu device atau browser, atau ketika cookies tidak available karena masalah settingan pada browser yang digunakan. Tapi, agar Google tetap bisa menghitung conversions seperti ini, Google menggunakan aggregated dan anonymized data dari orang-orang yang sebelumnya sudah mengunjungi layanan Google. Sehingga, dengan cara ini memungkinkan Google untuk tetap memberi laporan yang detail mengenai conversion tanpa mengorbankan privasi pengguna.
Google hanya akan menampilkan data conversion ketika data yang didapat cukup untuk memenuhi standar ambang akurasi (accuracy thresholds). Selain itu, perhitungan conversion berjalan melalui sistem yang kompleks, seperti "conversion spam filter" sebelum dimunculkan di kolom laporan.
Anda dapat menyesuaikan bagaimana data di kolom conversions tersebut dilacak:
Kolom "Conversions"
Kolom "conversions" menampilkan jumlah conversion yang anda terima dari conversion actions yang sudah anda buat sebelumnya. Anda dapat menggunakan kolom ini untuk melihat seberapa sering iklan anda membawa audience untuk melakukan action yang bernilai untuk bisnis anda, seperti purchase, sign-up, download, dll.Di beberapa kasus tertentu, conversions bisa jadi sulit diukur, seperti saat audience menggunakan lebih dari satu device atau browser, atau ketika cookies tidak available karena masalah settingan pada browser yang digunakan. Tapi, agar Google tetap bisa menghitung conversions seperti ini, Google menggunakan aggregated dan anonymized data dari orang-orang yang sebelumnya sudah mengunjungi layanan Google. Sehingga, dengan cara ini memungkinkan Google untuk tetap memberi laporan yang detail mengenai conversion tanpa mengorbankan privasi pengguna.
Google hanya akan menampilkan data conversion ketika data yang didapat cukup untuk memenuhi standar ambang akurasi (accuracy thresholds). Selain itu, perhitungan conversion berjalan melalui sistem yang kompleks, seperti "conversion spam filter" sebelum dimunculkan di kolom laporan.
Anda dapat menyesuaikan bagaimana data di kolom conversions tersebut dilacak:
- Include in ‘Conversions’: Jika anda ingin melacak conversion action tapi tidak ingin data tersebut masuk pada kolom conversions, anda jangan mencentang pilihan ini.
- Attribution model: https://support.google.com/adwords/answer/6270625?hl=en
Conversion Tracking
Conversion tracking adalah tool yang menampilkan apa yang terjadi setelah audience berinteraksi dengan iklan anda, apakah mereka membeli produk, daftar di newsletter, menelpon, atau mendownload apps anda. Ketika audience melakukan sebuah action yang anda anggap sebagai action yang berharga, maka action yang dilakukan oleh audience tersebut dihitung sebagai conversion.
Ada 4 jenis conversion action yang bisa anda buat:
Apa manfaatnya menggunakan conversion tracking?
- Melacak keywords, ads, ad groups, dan campaigns yang memberikan pengaruh baik terhadap goal anda.
- Menghitung return on investment (ROI) dan membuat keputusan yang lebih tepat untuk mempertimbangkan berapa banyak budget yang anda perlu gunakan.
- Menggunakan Smart Bidding strategies (seperti: target CPA, enhanced CPC, dan target ROAS) yang secara otomatis mengoptimalkan campaign berdasarkan bisnis goal ada.
- Melihat banyaknya customer yang berinteraksi dengan iklan anda pada 1 device atau browser dan konversi pada device atau browser lainnya. Anda juga dapat melihat data dari cross-device, cross-browser, dan data conversion lainnya di kolom “All conversions” pada kolom report.
Cara conversion tracking bekerja
Langkah pertamanya, anda harus membuat conversion action. Conversion action adalah aktivitas customer yang spesifik yang dianggap sebagai aktivitas yang bernilai, seperti: pembayaran, sign-up, click button CTA, dll.Ada 4 jenis conversion action yang bisa anda buat:
- Website actions. Contohnya: Purchase, sign-up, dan action yang customer lakukan di website anda.
- Phone calls. Contohnya: Panggilan telpon yang langsung dari iklan anda, panggilan telpon dari website anda, dan click pada no. telpon di mobile website anda.
- App installs and in-app actions. Contohnya: Instal aplikasi (Android atau iOS) anda, adanya purchase atau aktivitas lainnya di dalam aplikasi tersebut.
- Import. Aktivitas customer yang dimulai dari online dan berakhir secara offline, seperti ketika customer mengklik iklan anda lalu register di website dan melakukan pembayarannya dikantor anda.
Proses kerja conversion tracking sedikit berbeda pada masing-masing conversion source. Tapi, setiap jenis conversion action selain offline conversion, akan masuk dalam salah satu proses berikut:
- Anda memasukan conversion tracking tag (code snippet) ke dalam website atau mobile app. Ketika customer mengklik iklan anda di Google Search atau di GDN, atau ketika mereka melihat iklan video anda, kemudian temporary cookie akan ditempatkan di komputer atau mobile device mereka. Ketika mereka melakukan aktivitas yang anda tentukan sebagai conversion, maka sistem Google akan mengenali cookie tersebut (lewat code snippet yang sudah anda masukan di website atau mobile app), lalu sistem akan merekam sebagai conversion.
- Beberapa jenis conversion tracking tidak membutuhkan tag atau code snippet. Contohnya: phone call dari call extensions atau call-only ads, Google forwarding number dapat digunakan untuk melacak panggilan telpon yang datang dari iklan anda, dan melacak aktivitas detail seperti call duration, call start and end time, dan caller area code. Begitu juga app downloads dan in-app purchases dari Google Play secara otomatis akan merekam conversions tanpa membutuhkan tracking code atau code snippet.
Jika anda sudah menggunakan conversion tracking, anda dapat melihat data-data yang berhubungan dengan conversion pada level campaigns, ad groups, ads, dan keywords. Contohnya: cost per conversion, conversion rate, total conversion value, dll. Membaca data mengenai conversion ini akan membantu anda memahami apakah iklan anda mencapai goal yang anda inginkan atau tidak.
Definisi Conversion
Conversion terjadi ketika visitor menyelesaikan tindakan yang sudah anda tetapkan sebagai goal. Seperti: register, pembayaran, download, dll.
Persentase total visitor yang convert disebut conversion rate.
Agar bisa melacak jumlah conversion, conversion rate, dan cost per conversion, anda harus menggunakan conversion tracking.
Conversion rate optimization (CRO) adalah proses meningkatkan conversion rate. A/B testing atau split testing adalah salah satu teknik yang paling sering diterapkan untuk mengetes dan memonitor conversion performance dari iklan atau landing page yang berbeda. Contohnya, anda bisa melakukan split testing pada headlines, buttons, calls to action, atau gambar yang digunakan pada landing page.
Persentase total visitor yang convert disebut conversion rate.
Agar bisa melacak jumlah conversion, conversion rate, dan cost per conversion, anda harus menggunakan conversion tracking.
Conversion rate optimization (CRO) adalah proses meningkatkan conversion rate. A/B testing atau split testing adalah salah satu teknik yang paling sering diterapkan untuk mengetes dan memonitor conversion performance dari iklan atau landing page yang berbeda. Contohnya, anda bisa melakukan split testing pada headlines, buttons, calls to action, atau gambar yang digunakan pada landing page.
Tuesday, January 30, 2018
Cara Meningkatkan Jumlah Impressions
Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi impression:
- Menaikan bid
- Menaikan daily budget
- Menggunakan keyword broad match
- Memperluas targeting seperti location, schedule, & devices
- Menargetkan Google search partners
- Menggunakan accelerated pada delivery metod
- Memperbaiki kualitas iklan, baca https://support.google.com/adwords/answer/2404196
Catatan: pertimbangkan yang mungkin sesuai dengan bisnis / campaign / targeting / goal anda.
Thursday, January 25, 2018
AdWords Policies: Alcohol (Minuman Berakohol)
Google mematuhi undang-undang atau aturan setempat mengenai alkohol dan standar industri, jadi Google tidak mengizinkan jenis iklan yang terkait alkohol dalam kondisi tertentu, baik untuk alkohol dan minuman yang menyerupai alkohol.
Beberapa jenis iklan yang terkait alkohol masih diizinkan jika memenuhi kebijakan di bawah ini, asalkan jangan menargetkan anak di bawah umur, dan hanya menargetkan negara-negara yang secara eksplisit diizinkan untuk menampilkan iklan alkohol.
Beberapa jenis iklan yang terkait alkohol masih diizinkan jika memenuhi kebijakan di bawah ini, asalkan jangan menargetkan anak di bawah umur, dan hanya menargetkan negara-negara yang secara eksplisit diizinkan untuk menampilkan iklan alkohol.
1. Alcohol sale (Penjualan alkohol)
- Diizinkan: Google mengizinkan iklan penjualan minuman beralkohol secara online untuk dijalankan di beberapa negara-negara, antara lain: Albania, Argentina, Australia, Austria, Belgium, Bosnia & Herzegovina, Brazil, Bulgaria, Cambodia, Canada, Chile, Colombia, Costa Rica, Cyprus, Czech Republic, Denmark, Ecuador, Estonia, France, Germany, Ghana, Greece, Hong Kong, Hungary, Iceland, Ireland, Israel, Italy, Japan, Kenya, Latvia, Luxembourg, Malta, Mexico, Montenegro, Netherlands, New Zealand, Nigeria, Panama, Peru, Philippines, Portugal, Puerto Rico, Romania, Senegal, Singapore, Slovakia, South Africa, Spain, Sweden, Switzerland, Uganda, Ukraine, United Kingdom, United States, Uruguay.
- Tidak diijinkan: Google tidak mengizinkan iklan penjualan minuman beralkohol secara online untuk dijalankan di negara mana pun yang tidak tercantum di atas. Jika iklan anda menargetkan negara yang tidak terdaftar, iklan anda tidak akan disetujui.
https://support.google.com/adwordspolicy/answer/6012382?hl=en&ref_topic=1626336
Wednesday, January 24, 2018
AdWords Policies: Adult Content (Konten Dewasa )
Iklan harus menghormati pengguna dan sesuai dengan regulasi atau aturan yang berlaku. Google tidak mengizinkan jenis konten dewasa tertentu di dalam iklan maupun websitenya. Tapi, beberapa jenis iklan dewasa bisa saja diizinkan jika masih sesuai dengan kebijakan di bawah ini dan tidak menargetkan anak di bawah umur. Tapi munculnya iklan akan dibatasi berdasarkan search queries, umur, hukum atau aturan yang berlaku dimana iklan itu ditayangkan.
Negara yang tidak mengizinkan Adult or Non-family safe ads: Algeria, Bahrain, Djibouti, Egypt, India, Iran, Iraq, Jordan, Kuwait, Lebanon, Libya, Morocco, Oman, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Syria, Tunisia, United Arab Emirates, Yemen.
Negara yang tidak mengizinkan Adult ads: China, Germany, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Peru, Philippines, Russia, Singapore, South Korea, Ukraine, Vietnam, Thailand.
Jika iklan Anda memenuhi persyaratan di atas dan disetujui, berikut adalah rincian tentang bagaimana cara kerjanya:
1. Sexually explicit content (Konten seksual yang jelas)
- Teks, gambar, audio, atau video yang berhubungan dengan seksual. Contohnya, pornografi, tindakan seks seperti genital, anal, dan oral, onani, kartun porno, dll.
- Konten yang mempromosikan tema seksual di bawah umur atau tema seksual ilegal lainnya, baik disimulasikan maupun yang sebenarnya. Contohnya, pemerkosaan, zina, lolita atau pornografi bertema remaja, kencan di bawah umur, dll.
- Konten yang mempromosikan tindakan seksual dengan imbalan uang. Contohnya, prostitusi, pijat intim dan layanan serupa, dll.
2. Child sexual abuse imagery (Gambar pelecehan seksual pada anak)
Konten yang mempromosikan eksploitasi seksual anak di bawah umur. Contohnya, konten pelecehan seksual terhadap anak atau konten sejenisnya.
3. Mail-order brides (Daftar perempuan yang bisa dipilih laki-laki untuk diajak menikah)
Konten yang mempromosikan pernikahan kepada orang asing. Contohnya, mail-order brides, romance tours, dll.
💡 Kebijakan yang berikutnya bisa diizinkan dalam kondisi tertentu:
4. Adult (Dewasa)
- Promosi berkencan yang termotivasi oleh hubungan seksual. Contoh: website "swinger" (layanan komunitas yang berkomitmen terlibat dalam aktivitas seksual dengan orang lain sebagai kegiatan rekreasi atau sosial) atau yang sejenisnya.
- Orang yang menampilkan bagian tubuh yang seksual. Contoh: Alat kelamin yang terlihat, puting susu, atau bokong, bagian tubuh seksual yang kabur atau disensor.
5. Non-family safe (Tidak aman bagi keluarga)
- Promosi tempat hiburan terkait seks. Contohnya, strip clubs, adult parties, adult movie festivals.
- Promosi produk yang dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas seksual. Contohnya, mainan seks, pelumas, aphrodisiacs, sexual enhancers.
- Promosi berkencan yang dimotivasi oleh perselingkuhan. Contoh: Affair dating (kencan hubungan gelap) dan sejenisnya.
- Konten yang berisi teks, gambar, audio, atau video yang bersifat seksual. Contoh: bahasa seksual, majalah erotis, dll.
- Konten yang mengandung pose yang bersifat seksual. Contoh: pose melengkung ke belakang, kaki terbuka, meniru posisi seks, gambar posisi seks, dll.
- Layanan operasi plastik difokuskan pada alat kelamin atau pembesaran payudara. Contoh: pembesaran payudara, bedah vagina, dll.
💡 Informasi Tambahan
Negara yang tidak mengizinkan Adult or Non-family safe ads: Algeria, Bahrain, Djibouti, Egypt, India, Iran, Iraq, Jordan, Kuwait, Lebanon, Libya, Morocco, Oman, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Syria, Tunisia, United Arab Emirates, Yemen.
Negara yang tidak mengizinkan Adult ads: China, Germany, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Peru, Philippines, Russia, Singapore, South Korea, Ukraine, Vietnam, Thailand.
Jika iklan Anda memenuhi persyaratan di atas dan disetujui, berikut adalah rincian tentang bagaimana cara kerjanya:

Thursday, January 11, 2018
AdWords Policies: Misrepresentation (Penyajian yg keliru)
Google tidak ingin pengguna merasa disesatkan oleh iklan yang ditayangkan. Google berusaha untuk bersikap jujur dan memberikan informasi yang memang dibutuhkan oleh pengguna. Google tidak mengizinkan iklan atau website yang ingin menipu pengguna dengan memberikan informasi yang menyesatkan tentang produk, layanan, atau bisnis.
Berikut beberapa contohnya yang harus dihindari:
1). Periksa iklan dan landing pagenya untuk mencari tahu informasi yang hilang atau kurang. Berikut adalah beberapa contohnya:
Contohnya: Mempromosikan produk yang tidak tersedia, mempromosikan kesepakatan yang sudah tidak aktif, mempromosikan harga yang tidak akurat, call-to-action di teks iklan yang susah ditemukan di landing page.
Contoh yang spesifik: Di iklan tertulis "Beli Handphone Mulai Dari Rp 1 Juta", tapi setelah mengklik iklan tersebut, pengguna tidak menemukan handphone yang tersedia untuk dibeli seharga Rp 1 Juta.
Berikut beberapa contohnya yang harus dihindari:
1. Missing information (Informasi yang tidak lengkap)
- Tidak memberikan informasi yang jelas dan detail mengenai model pembayaran dan biaya yang akan ditanggung pengguna. Contohnya: Harga, biaya pengiriman, suku bunga, denda keterlambatan pembayaran, biaya berlangganan, menggunakan nomor telepon tarif premium di ekstensi panggilan, dll.
- Tidak menampilkan informasi alamat (lokasi) yang benar untuk bisnis jasa keuangan, atau menghilangkan rincian materi tentang pinjaman jangka pendek atau modifikasi pinjaman dan produk penyitaan. Contohnya: Bank yang tidak menampilkan alamat fisiknya, perusahaan pinjaman yang tidak menjelaskan tingkat bunga bulanan atau jumlah denda keterlambatan pembayaran. Baca, requirements for financial services.
- Menghilangkan informasi yang penting dan relevan saat meminta sumbangan amal atau sumbangan politik. Contohnya: Tidak menampilkan nomor pembebasan pajak untuk sumbangan amal, tidak menjalaskan apakah sumbangan politik tersebut bebas pajak.
1). Periksa iklan dan landing pagenya untuk mencari tahu informasi yang hilang atau kurang. Berikut adalah beberapa contohnya:
- Informasi model pembayaran dan penagihan: Pastikan bahwa website atau aplikasi anda dengan detail menjelaskan biaya penuh yang akan ditanggung pengguna, serta bagaimana proses penagihannya.
- Sumbangan: Jika iklan atau landing page meminta sumbangan yang bebas pajak, harap jelaskan status bebas pajaknya.
- App install: Pastikan Anda menghapus konten iklan yang menyesatkan pengguna yang tujuannya agar mereka mendownload apps anda. Misalnya anda bilang apps anda gratis padahal berbayar.
2). Perbaiki landing page. Tambahkan informasi yang dibutuhkan. Jika anda tidak dapat memperbaiki landing pagenya, perbarui iklan dengan tujuan baru yang mematuhi kebijakan Google AdWords.
3). Edit iklan dan tambahkan informasi yang dibutuhkan. Jika masalahnya ada di landing page dan anda sudah memperbaikinya, anda tetap butuh mengedit iklan agar iklan disubmit untuk direview kembali.
2. Unavailable offers (Penawaran tidak tersedia)
Menjanjikan produk, layanan, atau penawaran promosi yang susah ditemukan di landing page.
Contohnya: Mempromosikan produk yang tidak tersedia, mempromosikan kesepakatan yang sudah tidak aktif, mempromosikan harga yang tidak akurat, call-to-action di teks iklan yang susah ditemukan di landing page.
Contoh yang spesifik: Di iklan tertulis "Beli Handphone Mulai Dari Rp 1 Juta", tapi setelah mengklik iklan tersebut, pengguna tidak menemukan handphone yang tersedia untuk dibeli seharga Rp 1 Juta.
Catatan: Hindari menulis iklan untuk penawaran dengan waktu yang terbatas, karena dikhawatirkan anda lupa mengganti teks iklan tersebut saat penawarannya sudah tidak berlaku lagi. Tapi kalau anda tetap menginginkan membuat iklan seperti itu, jangan lupa untuk mengupdate atau menghapusnya jika penawarannya sudah tidak berlaku lagi, atau sebagai alternatifnya anda bisa menggunakan Dynamic Search Ads.
3. Misleading content (Konten yang menyesatkan)
- Membuat pernyataan palsu tentang identitas atau kualifikasi anda. Contohnya: Seseorang mengaku sebagai pengacara berkualitas tanpa kualifikasi yang jelas.
- Menggunakan klaim palsu atau berlebihan dengan tujuan mempengaruhi orang. Contohnya: Iklan penurunan berat badan yang mengatakan bahwa anda bisa makan apapun yang anda mau dan berat badan anda tetap akan turun 10kg dalam sebulan. Catatan: Jika anda menjamin hasil tertentu, buatlah kebijakan refund (money back guarantee) yang jelas dan mudah diakses oleh pengguna. Testimonial yang mengklaim hasil yang terlalu spesifik harus diikuti dengan disclaimer yang menjelaskan tidak ada garansi akan mendapatkan hasil yang spesifik dan setiap hasil bisa berbeda-beda.
- Membuat tiruan atau menyerupai sesuatu dari aslinya yang bisa penyesatkan pengguna. Contohnya, meniru website, perangko, nama perusahaan, dll. Contoh khusus: Pengiklan meniru layout dan desain dari website resmi pemerintahan.
- Iklan yang menyesatkan atau mengelabui pengguna agar berinteraksi dengan mereka. Contohnya, iklan yang menyerupai pesan peringatan, peringatan sistem atau website, iklan yang mensimulasikan pesan, kotak dialog, menu, atau pemberitahuan permintaan, iklan yang tidak dapat dibedakan dari konten lainnya, iklan yang menggambarkan fitur yang tidak berfungsi, seperti close button, text input, multiple choice option, download atau install button yang ada pada iklan gambar, iklan dengan latar belakang yang transparan, gambar yang tersegmentasi, gambar yang berisi banyak salinan dirinya dalam iklan, gambar yang tampil lebih dari satu iklan, bergerak dan mengklik panah.
- Providing a business name that is anything other than the domain, the recognized name of the advertiser, or the promoted downloadable app
4. Unclear relevance (Relevansi yang tidak jelas)
Promosi yang tidak relevan dengan landing pagenya. Contoh, iklan yang menggunakan fitur keyword insertion tanpa memberikan "default" keyword yang relevan, headline yang tidak relevan dengan description, iklan yang tidak relevan dengan konten landing pagenya.5. Untrustworthy behavior (Perilaku yang tidak dapat dipercaya)
Menyembunyikan atau menyesatkan informasi tentang bisnis, produk, atau layanan. Contohnya, menyajikan identitas palsu, nama bisnis, atau informasi kontak, menagih pengguna terhadap produk atau layanan yang biasanya tersedia secara gratis.Saturday, January 6, 2018
AdWords Policies: Data Collection and Use (Pengumpulan dan Penggunaan Data)
Google ingin pengguna mempercayai bahwa informasi tentang mereka akan dihormati dan ditangani dengan tepat. Dengan demikian, pengiklan tidak boleh menyalahgunakan informasi ini, atau mengumpulkannya untuk tujuan yang tidak jelas atau tanpa sistem keamanan yang sesuai.
Berikut adalah beberapa contoh yang harus dihindari di iklan Anda:
1. Inadequate data security (Keamanan data yang tidak memadai)
Menggunakan sistem keamanan yang tidak sesuai untuk jenis informasi yang dikumpulkan. Contoh: Mengumpulkan nomor kartu kredit atau debit, rekening bank dan investasi, wire transfer, nomor identitas pribadi, nomor pajak, pensiun, perawatan kesehatan, surat izin mengemudi, atau nomor jaminan sosial melalui halaman website tanpa SSL dan tanpa sertifikat yang sah.
Pemecahan masalah: Keamanan data yang tidak memadai
Berikut adalah beberapa contoh yang harus dihindari di iklan Anda:
1. Inadequate data security (Keamanan data yang tidak memadai)
Menggunakan sistem keamanan yang tidak sesuai untuk jenis informasi yang dikumpulkan. Contoh: Mengumpulkan nomor kartu kredit atau debit, rekening bank dan investasi, wire transfer, nomor identitas pribadi, nomor pajak, pensiun, perawatan kesehatan, surat izin mengemudi, atau nomor jaminan sosial melalui halaman website tanpa SSL dan tanpa sertifikat yang sah.
Pemecahan masalah: Keamanan data yang tidak memadai
- Memperbaiki landing page. Anda harus berhenti mengumpulkan informasi pribadi dari pengguna atau tetap mengumpulkan informasi pribadi tapi melalui server SSL yang aman.
- Edit iklan anda agar direview kembali.
2. Unacceptable information sharing
https://support.google.com/adwordspolicy/answer/6020956
https://support.google.com/adwordspolicy/answer/6020956
Friday, January 5, 2018
AdWords Policies: Abusing The Ad Network (Menyalahgunakan Jaringan Iklan)
Google selalu berusaha hanya akan menerima iklan yang bermanfaat, bervariasi, relevan, dan aman bagi pengguna.
Google tidak mengizinkan iklan, konten, atau website yang berbahaya, mencoba mengelabui atau menghindar dari proses review yang dilakukan oleh Google.
Berikut beberapa contoh yang harus anda hindari:
1. Malicious or unwanted software (Perangkat lunak berbahaya atau tidak diinginkan)
Google tidak mengizinkan iklan, konten, atau website yang berbahaya, mencoba mengelabui atau menghindar dari proses review yang dilakukan oleh Google.
Berikut beberapa contoh yang harus anda hindari:
1. Malicious or unwanted software (Perangkat lunak berbahaya atau tidak diinginkan)
- Malicious software atau biasa dikenal sebagai malware yang berbahaya dan bisa mengakses secara tidak sah ke dalam sistem komputer, perangkat, atau jaringan. Contohnya: virus komputer, ransomware, worm, trojan horse, rootkit, keyloggers, dialer, spyware, rogue security software, dan program berbahaya lainnya.
- Iklan atau website yang melanggar Unwanted Software policy. Contohnya: Tidak transparan mengenai fungsionalitas dari software tersebut termasuk proses instalasinya, tidak memberikan Terms of Service atau End User License Agreement, membundling software tanpa sepengetahuan pengguna, membuat perubahan sistem tanpa persetujuan pengguna, menyulitkan pengguna untuk menonaktifkan atau menghapus software tersebut, tidak menggunakan Google API dengan benar saat berhubungan dengan layanan atau produk milik Google.
Pemecahan masalah: Perangkat lunak berbahaya atau tidak diinginkan
- Cek status website anda pada Google Search Console. Jika anda belum menggunakan Google Search Console, silahkan daftarkan website anda terlebih dahulu dan lakukan verifikasi. Jika Search Console tidak melaporkan adanya masalah, website anda masih mungkin memiliki masalah keamanan yang hanya terdeteksi oleh AdWords. Anda dapat berkonsultasi dengan penyedia hosting yang anda gunakan atau menggunakan tool seperti Stop Badware untuk menyelidiki lebih lanjut.
- Hapus malicious atau unwanted software. Google menyediakan petunjuk untuk memperbaiki website Anda, kunjungi link berikut: https://developers.google.com/web/fundamentals/security/hacked/
- Minta peninjauan kembali, klik: https://support.google.com/adwords/contact/site_policy
Jika hasil ulasan menunjukkan bahwa malicious atau unwanted software telah dihapus, iklan anda akan disetujui dan ditayangkan kembali.
Tapi, jika anda tidak dapat memperbaiki masalah ini atau memilih untuk tidak memperbaikinya, harap hapus iklan Anda untuk mencegah akun anda disuspend karena terlalu banyak iklan yang tidak disetujui.
2. Unfair advantage (Berusaha untuk mendapatkan keuntungan secara tidak adil)
Beriklan dengan tujuan mendapatkan traffic dengan maksud mengalahkan peserta lain secara tidak adil. Contohnya: mengiklankan program afiliasi dengan melawan aturan yang sudah ditetapkan oleh program afiliasi tersebut, mencoba menampilkan lebih dari satu iklan pada waktu yang sama pada bisnis atau website yang sama.
3. Circumventing systems (Berusaha untuk menipu sistem Google)
2. Unfair advantage (Berusaha untuk mendapatkan keuntungan secara tidak adil)
Beriklan dengan tujuan mendapatkan traffic dengan maksud mengalahkan peserta lain secara tidak adil. Contohnya: mengiklankan program afiliasi dengan melawan aturan yang sudah ditetapkan oleh program afiliasi tersebut, mencoba menampilkan lebih dari satu iklan pada waktu yang sama pada bisnis atau website yang sama.
3. Circumventing systems (Berusaha untuk menipu sistem Google)
- Berusaha untuk menggangu sistem dan proses periklanan Google. Contohnya: cloaking, menggunakan dynamic DNS untuk mengalihkan halaman, memanipulasi iklan atau konten website untuk menghindari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh sistem otomatis Google, membatasi akses ke banyak landing pages sehingga menyulitkan Google dalam mereview iklan, website, atau akun anda.
- Memanipulasi teks iklan dalam upaya untuk melewati pemeriksaan sistem otomatis Google. Contohnya: mengabaikan kata atau frase yang salah eja untuk menghindari ketidaksetujuan iklan, memanipulasi istilah merek dagang dalam teks iklan untuk menghindari pembatasan yang terkait dengan penggunaan merek dagang tersebut.
4. Webmaster Guidelines
Melakukan pelanggaran Google Webmaster Guidelines. Contohnya: Keyword stuffing, cloaking, sneaky redirects, doorway pages, spamming social network sites.
Tuesday, January 2, 2018
AdWords Policies: Inappropriate Content (Konten yang Tidak Pantas)
Google menghargai perbedaan dan rasa hormat terhadap semua penggunanya. Google sangat berusaha untuk tidak menyinggung siapapun. Oleh karena itu, Google tidak mengizinkan iklan atau website yang memiliki konten tentang kebencian, intoleransi, diskriminasi, atau kekerasan.
Berikut beberapa contohnya:
1. Dangerous or derogatory content (Konten yang berbahaya atau menghina)
Berikut beberapa contohnya:
1. Dangerous or derogatory content (Konten yang berbahaya atau menghina)
- Konten yang memicu ujaran kebencian, diskriminasi, meremehkan individu atau kelompok berdasarkan ras, etnis, agama, kecacatan, usia, kewarganegaraan, status veteran, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas gender, karakteristik, dll.
- Konten yang melecehkan, mengintimidasi, atau menggertak individu atau kelompok tertentu.
- Konten yang mengancam atau memaksa seseorang untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Contohnya, konten yang menganjurkan bunuh diri, anoreksia, mengancam seseorang dengan bahaya, menyerukan serangan terhadap orang lain, dll.
- Konten yang mengeksploitasi orang lain. Contohnya, pemerasan.
- Konten yang mengandung bahasa kekerasan, gambar yang mengerikan atau menjijikkan. Contohnya, adegan Kejahatan, foto kecelakaan, video eksekusi, dll.
- Konten yang tidak layak dan menjijikan yang berhubungan dengan kotoran atau cairan dari tubuh manusia seperti darah, cairan seksual, kotoran manusia atau hewan.
- Promosi yang mengandung perkataan kotor atau tidak layak seperti sumpah, kutukan, hinaan, dll. Tapi, jika perkataan kotor ini bagian dari nama produk, website, aplikasi atau bisnis anda, mintalah ulasan dan berikan keterangan yang lengkap.
- Promosi yang mengejutkan atau menakut-nakuti, seperti: promosi yang menghakimi seseorang sedang dalam bahaya, terinfeksi penyakit, atau menjadi korban kejahatan.
3. Sensitive events (Kejadian yang sensitif)
- Konten yang dianggap mengkapitalisasi atau kurang sensitif terhadap bencana alam, konflik, kematian, atau peristiwa tragis lainnya. Contohnya, mencari keuntungan dari kejadian tragis tanpa manfaat nyata bagi para korban.
4. Animal cruelty (Kekejaman terhadap hewan)
- Konten yang mempromosikan kekerasan atau kekejaman terhadap hewan. Contohnya, video yang mempertontonkan kekejaman terhadap hewan untuk tujuan hiburan.
- Memperjualbelikan hewan atau produk yang berasal dari hewan yang dilindungi atau terancam punah. Contohnya, menjual harimau, sirip ikan hiu, gading gajah, kulit harimau, tanduk badak, minyak lumba-lumba, dll.
Monday, January 1, 2018
AdWords Policies: Enabling Dishonest Behavior (Pembohongan / Kepalsuan)
Google menghargai kejujuran dan keadilan, jadi tidak diizinkan untuk mempromosikan produk atau layanan yang dirancang untuk pembohongan atau kepalsuan.
Berikut beberapa contohnya:
Berikut beberapa contohnya:
- Produk atau layanan yang dapat menyesatkan orang lain. Contohnya pembuatan dokumen palsu seperti paspor, ijazah, dokumen hasil lulus tes narkoba, bocoran soal ujian, termasuk semua aktivitas yang palsu termasuk invalid click, review, atau social media endorsement.
- Produk atau layanan yang memungkinkan pengguna memperoleh akses secara tidak sah (atau membuat perubahan yang tidak sah) ke dalam sistem, perangkat, atau properti. Contohnya hacking dan penyadapan.
AdWords Policies: Dangerous Products or Services (Produk atau Layanan yang Berbahaya)
Tidak diizinkan untuk mempromosikan produk atau layanan yang bisa menyebabkan kerusakan, bahaya, atau cedera.
Berikut beberapa contoh produk dan layanan yang dianggap berbahaya:
1. Explosives (Bahan Peledak)
Berikut beberapa contoh produk dan layanan yang dianggap berbahaya:
1. Explosives (Bahan Peledak)
- Produk yang dirancang untuk meledak dan dapat menyebabkan bahaya dan kerusakan, seperti: semua yang termasuk jenis bom, petasan, dan kembang api yang bisa meledak.
- Informasi dan panduan membuat bahan peledak, seperti: website pembuat bom.
2. Guns (Senjata Api)
- Segala jenis senjata yang bisa mengeluarkan proyektil dengan kecepatan tinggi baik untuk olahraga, pertahanan diri, atau tempur. Contohnya: Handguns, rifles, shotguns, hunting guns, functioning antique guns, airsoft guns, paintball guns, bb guns, dll.
- Segala komponen yang dibutuhkan untuk senjata api. Seperti: Amunisi, klip amunisi, peredam suara, atau sabuk amunisi.
- Semua jenis pisau yang dirancang atau dipromosikan sebagai produk yang bisa digunakan untuk melukai lawan dalam olahraga, pertahanan diri, atau tempur. Jenis pisau yang dimaksud termasuk switchblades, fighting knives, sword-canes, balisongs, military knives, push daggers, dan throwing axes.
- Produk senjata lainnya yang dirancang untuk melukai lawan dalam olahraga, pertahanan diri, atau pertarungan, termasuk throwing stars, brass knuckles, tasers, dan pepper spray.
4. Recreational drugs (Narkoba)
- Semua jenis obat-obatan terlarang seperti cocaine, crystal meth, heroin, marijuana, cocaine substitutes, mephedrone, "legal highs", dll.
- Alat atau fasilitasi dalam penggunaan narkoba seperti pipes, bongs, dan cannabis coffee shops.
- Mempromosikan konten mengenai cara memproduksi, membeli, atau menggunakan narkoba.
5. Tobacco (Tembakau)
- Tembakau atau semua jenis produk yang mengandung tembakau. Seperti rokok, cerutu, snus, tembakau kunyah, tembakau linting, dan tembakau pipa.
- Produk yang merupakan bagian komponen dari produk tembakau, serta produk dan layanan yang secara langsung memfasilitasi atau mempromosikan konsumsi tembakau seperti kertas gulung, pipa, saringan tembakau, hookah lounges, dan cigar bars.
- Produk yang dirancang untuk mensimulasikan merokok tembakau. Seperti herbal cigarettes, electronic cigarettes, atau e-cigarettes.
Subscribe to:
Posts (Atom)